TOP NEWS

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. " (QS. An Nahl : 125)

October 24, 2012

Ummu Salamah

Sobat muslim, kenal gak dengan sederet nama seperti Krisdayanti, Tamara Blezinsky, Artika Sari Devi, and Agnes Monica? “Of course lah ! malah ngefanz bangetz gitu loh….”

But, kalau Ummu Salamah gimana? Barangkali kalau yang satu ini, sobat muslim jawab, “sepertinya pernah denger dech, tapi sapa yach?”
 
Sobat muslim, Ummu Salamah merupakan salah satu shohabiyah, ummu muslimin, dan beliau adalah istri Rasulullah SAW. Nama asli beliau Hindun binti Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah al-Qursyiyah. Bapaknya adalah putra dari salah seorang Quraisy yang diperhitungkan (disegani) dan terkenal dengan kedermawanannya. Disamping beliau memiliki nasab yang terhormat ini beliau juga seorang wanita yang berparas cantik, berkedudukan dan seorang wanita yang cerdas. Whew kaya apa yach? (yang pasti lebih cantik dari Karisa Putri ato Riyanti donk…^_*).
 
Pada mulanya dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi, seorang shahabat yang agung dengan mengikuti dua kali hijrah. Baginya Ummu Salamah adalah sebaik-baik istri baik dari segi kesetiaan, ketaatan dan dalam menunaikan hak-hak suaminya (bener-bener wanita pilihan nich!). Beliau hijrah bersama suaminya ke Habasyah untuk menyelamatkan diennya dengan meninggalkan harta, keluarga, kampung halaman dan membuang rasa ketundukan kepada orang-orang zhalim dan para thagut. Di bumi hijrah inilah Ummu Salamah melahirkan putranya yang bernama Salamah.
 
Setelah pembebasan pemboikotan orang-orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin dan setelah masuknya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khottab, kaum muslimin yang hijrah ke Habsyah, termasuk Ummu Salamah, harus kembali ke Mekkah.
 
Tatkala Nabi memutuskan para sahabat untuk hijrah ke Madinah, setelah peristiwa Baiat Aqobah II, Abu Salamah segera membawa Ummu Salamah dan putranya hijrah dengan naik unta. Namun saat diperjalanan, mereka dicegat Bani Mughirah (Bani dari Ummu Salamah) untuk membawa Ummu Salamah dan putranya. Melihat hal itu, Bani Abdul Asad (Bani dari Abu Salamah) marah dan mengambil putranya, Abu Salamah. Akhirnya terpisahlah mereka bertiga. Abu Salamah melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Ummu Salamah sangat sedih hinggga orang-orang kaumnya kasihan dan membebaskannya. Ummu Salamah beserta putranya kemudian menuju Madinah. Diperjalanan ia bertemu Utsman bin Thalhah. Dengan tetap menjaga jarak, diantarlah beliau sampai di Madinah.
 
Saat di Madinah beliau melayani suaminya yang berjihad di jalan Allah. Hingga pada perang Uhud suaminya terluka, dengan sabar beliau merawat suaminya sampai merasa sembuh. Saat melawan Bani Asad, luka Abu Salamah kambuh dan setelah peperangan beliau sakit hingga wafat. Ummu Salamah tak henti-hentinya berdoa agar mendapatkan ganti yang lebih baik dari musibah yang dihadapinya. Doa beliau-pun terjawab, Setelah masa iddahnya habis, Umar bin Khattab and Abu Bakar melamar beliau tetapi beliau dengan lembut menolaknya. Sampai pada suatu saat datanglah lamaran Rasulullah dan beliau akhirnya menerimanya.
 
Ummu Salamah seorang wanita yang cerdas en matang dalam memahami persoalan dengan pemahaman yang baik dan dapat mengambil keputusan dengan tepat pula. Pada peristiwa Hudaibiyah Rasulullah memerintahkan para shahabatnya untuk menyembelih qurban en mencukur rambut. Sayank para sahabat tidak mengerjakannya. Then Ummu Salamah berkata:”Wahai Rasulullah apakah anda menginginkan hal itu? Jika demikian, maka silahkan anda keluar dan jangan berkata sepatah katapun dengan mereka sehingga anda menyembelih unta anda, kemudian panggillah tukang cukur anda untuk mencukur rambut anda (tahallul).” Rasulullah menerima usulan Ummu Salamah. Finally, para sahabat menyesali perbuatan mereka en cepat2 melakukan perintah Rasulullah. Setelah Rasulullah SAW wafat, Ummu Salamah senantiasa memerhatikan urusan kaum muslimin dan menjaga mereka dari penyimpangan hingga akhirnya beliau wafat pada usia 84 tahun.
 
Subhanallah, inilah salah satu sosok yang saat ini dicari. Coba dech sobat muslim perhatiin, Ummu Salamah bisa berkiprah untuk kaum muslimin dan aktivitas jihadnya. Namun beliau tidak melupakan kewajibannya sebagai istri ataupun ibu.semoga kita bisa mengambil teladan darinya.

~ Edisi 4 / April 2008 ~
9:13 PM Posted by Unknown 0

Badai Pasti Berlalu


Tatkala Bani Makhzum mengetahui keislaman keluarga Yasir, segeralah mereka menyiksa keluarga ini. Diantara mereka adalah Sumayyah (istri Yasir dan Ibnu Amar bin Yasir). Orang-orang kafir itu memaksa Sumayyah keluar dari Islam, tetapi Sumayyah tetap teguh. Beliau dibawa ke padang pasir saat pasir sangat panas dan menyengat. Diletakkan beliau diatasnya dan tubuhnya ditaburi pasir. Di dadanya diletakkan sebongkah batu berat, tetapi tak terdengar rintihan atau keluhan apapun selain kata, “Ahad… Ahad!” Beliau, Sumayyah, mengulang-ngulang kata tersebut sebagaimana Amar dan Yasir.
 
Ketika Rasulullah menyaksikan keluarga muslim tersebut di tengah siksa nan kejam, beliau menengadah ke langit dan berseru, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah jannah.”
 
Mendengar seruan Rasulullah, Sumayyahpun berkata berulang-ulang, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu benar.”
 
Melihat keteguhan dan kesabaran Sumayyah, akhirnya orang kafir itu putus asa dan dengan marah Abu Jahal menusukkan sungkurnya hingga terbanglah nyawa Sumayyah yang agung, syahidah pertama Islam.
 
Inilah contoh kesabaran seorang mukmin ketika diuji oleh Allah. Keimananlah yang mampu membuat orang tangguh dan tidak mudah menyerah. Tentang hal ini Rasulullah bersabda,
“Mengagumkan seorang mukmin itu, karena sesungguhnya semua urusannya menjadi baik baginya, dan hal itu tidak terdapat pada seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapat suatu keberuntungan lalu bersyukur, niscaya itu baik baginya. Jika ia ditimpa suatu kesulitan lalu bersabar, itupun baik baginya.” (HR Muslim dan Sahabat Suhaib Ar Rumy)
 
Sabar adalah suatu sikap menerima. Sabar akan dapat menstabilkan kondisi hati yang sedang labil karena kesulitan. Dengan jiwa dan hati yang stabil akan membuka jalan lebih lebar menuju solusi. Agar sanggup bersabar, seorang muslim harus beriman pada qodar sehingga ia tahu bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya dan apa yang akan luput darinya, tentu tidak akan menimpanya. Sekalipun umat berkumpul mencelakakannya, mereka tidak akan sanggup. Dengan keyakinan ini akan membuat kita qana'ah dan ridlo dengan ketetapan Allah. Terhadap ujian yang diberikan Allah, kita tidak akan berkeluh kesah.
 
Kemudian kita adukan permasalahan kita dalam sujud panjang kita. Tangan kita tengadahkan sambil berurai air mata penuh harap akan pertolongan-Nya, sebagaimana Umar bin Khottob disaat bangun malam membaca, ” Sesungguhnya aku adukan keluh kesah dan kesedihanku kepada Allah.” (QS. Yusuf: 86). Dia sadar betul bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah.
 
Firman Allah dalam QS Ar Rum 60,
“Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu adalah benar dan sekali-kali jangan sampai orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.”
 
Jadi, saudaraku, sobat muslim A'er, seandainya kesulitan apapun saat ini datang dan menghimpit kita, kita harus tetap sabar dan terus mencari jalan keluar serta memohon pada Al Qolam Allah SWT. Berhati-hatilah dari keputusasaan yang akan meenyeret kita mengambil jalan-jalan praktis dan pintas hingga menghancurkan keimanan. Yakinlah, sesungguhnya dibalik kesulitan yang kita hadapi pasti ada kemudahan. Di antara sekian banyak masalah, pasti ada jalan keluar. Maka seringlah memohon pertolongan Allah SWT.

~ Edisi 4 / April 2008 ~

9:11 PM Posted by Unknown 0

MASKULIN VS FEMININ

Lelakiiiii Buaya Darat, Busyet!! Aku tertipu Lagiii….
Muuulutnya Manis Sekali...Tapi Hati Bagai Serigala...wow..wow..

Sobat muslim A'er..masih ingat lagu ini? Hampir separuh tahun 2006, telinga kita ngga' ada bosannya dengerin single milik Ratu ini. But, saat muncul statement/ancaman Ahmad Dhani untuk membubarkan duet ini, semua terkejut. Apalagi, ketika itu Dhani sempat membawa-bawa soal statusnya sebagai suami. Yang notabene punya hak untuk memerintahkan hal tersebut terhadap istrinya.“Kalau Dhani-Maia ada, berarti Ratu harus sudah tidak ada. Tapi kalau Ratu masih ada, berarti Dhani-Maia tidak ada,” begitu kira-kira pernyataan pentolan Dewa 19 ini, seperti dikutip dari sebuah infotainment. Wow...!!! Kenapa sih kok Dhani sampe berang kayak gitu..???

Ceritanya sih...Maia makin 'gila' dengan show dan pekerjaannya di dunia hiburan sampe-sampe lupa waktu, pulang hampir tiap pagi, lupa ama Dhani's junior alias El, Dul, Al terutama Dhani sendiri merasa tidak ditempatkan sebagai kepala rumah tangga. Trus..truss??? Komentar Maia gimana..?? Menurutnya ini adalah dunianya, kerja sekaligus hobinya. Kalau rumah tangga ada konflik jangan bawa-bawa RATU. Kalau DEWA bisa berkibar...RATU pun bisa eksis tanpa Dhani....So, akhirnya mereka diujung perceraian(www.hotshot.com).

Ya, itulah sekelumit berita tentang para artis yang ngga' terima bila dunia mereka hanya sibuk melulu untuk ngurusin anak, suami dan rumah tangga. Kalo kaum adam bisa melakukan segalanya, kenapa kaum hawa ngga' bisa! Girls and women pada nuntut kesetaraan dengan kaum Adam. Nurul Arifin, Si Oneng alias Dyah Pitaloka dan sederetan para artis lain ikut mendukung menyuarakannya. Juga menteri negara Meutia Hatta dan mantan ibu negara Sinta Nuriyah Wahid. Dimata mereka perjuangan membela hak perempuan harus terus digalakkan. Wah, kok kayak mau maju perang aja..he..he. Tapi, pertanyaan besar yang perlu kita bahas, kesetaraan seperti apakah yang mau diperjuangkan ?

Gender itu apaan sih..??

Kata Gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti jenis kelamin (John M. echols & Hassan Sadhily, 1983: 256). Secara umum, pengertian Gender adalah perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Gender lebih menekankan pada aspek maskulinitas (masculinity) atau feminitas (femininity) seseorang.

Dalam Women Studies Ensiklopedia dijelaskan bahwa Gender adalah suatu konsep kultural, berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat. Nah, inilah yang nggak bisa diterima oleh kaum feminis. Sehingga mereka pun membuat pandangan bahwa bila sex tidak bisa diubah maka peran gender bisa diubah melalui budaya dan teknologi. Misalnya; perempuan dikenal dengan lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan. Sementara laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan dan perkasa. Ciri-ciri dari sifat itu merupakan sifat yang dapat dipertukarkan, misalnya ada laki-laki yang lemah lembut, ada perempuan yang kuat, rasional dan perkasa. Teori inilah yang akhirnya menjadikan mereka semangat untuk mensejajarkan peran mereka dengan kaum pria. Sejak PD II (perang dunia kedua, red) program kesetaraan gender pun bermunculan bak jamur di musim hujan.

Di Negara kita ini, konsep gender bertolak dari perjuangan Kartini yang memperjuangkan hak-hak wanita agar dapet hak sama dalam pendidikan (A'er garis bawahin sekali lagi lho sobat muslim, dalam pendidikan!). Perjuangan ini lalu dimodifikasi sampai jadi konsep perjuangan hak-hak wanita, yang katanya, dijajah pria! (sst…apa bener sich?). Sobat muslim, kayaknya banyak anak kaum hawa, yang gak ngerti and salah tafsir pada perjuangan Kartini and yang mereka faham hanya satu, emansipasi. Konsep gender sekarang udah campur sama konsep perjuangan kaum kapitalis, jadinya rusak. So, kerap berlebihan hingga timbul banyak masalah yang gak jelas ujung pangkalnya. 

Kaum Hawa sekarang banyak terjun ke segala profesi. Bahkan industry olah ragapun ada yang namanya sepak bola wanita, angkat besi, ataupun tinju wanita. Wanita gelantungan di bus ataupun lin jadi kenek or kondektur juga sudah biasa. Apa ini emansipasi yang diinginkan?Buat yang mikir, gak bakalan dech terjun ke profesi yang gituan. Apalagi di dunia iklan, tubuh wanita dieksplor sedemikian rupa untuk menarik selera konsumen. Bayangin aja, iklan mie ABC gak hot kalau gak berbaju merah ketat. Iklan mobil mewah belum lengkap tanpa kehadiran gadis berbodi aduhai...

Dengan adegan udah mandi, Lisa Natalia iklankan pompa air, apa hubungannya gitu loh semua itu! Ini emansipasi atau pelecehan terhadap wanita? Ih…ngeri dech!

Konsep feminism gender ini telah memunculkan banya persoalan, diantaranya banyak isteri yang durhaka pada suami, perselingkuhan kalangan orang tua dan perceraian, yang pelacuran yang di picu dengan pornografi dan pornoaksi baik di dunia nyata maupun maya, maraknya HIV-AIDS bahkan di Barat telah terjadi lost of generation (generasi yang hilang) sebab para wanita tidak mau menikah alih-alih hamil, karena menurut mereka hal itu dianggap bentuk kekerasan pada wanita dan pelecehan seksual. Bahkan priapun protes jika dituduh sebagai biang kerok pelecehan seksual dan akhirnya jadi perdebatan tanpa ujung.

Sobat muslim, kalo dipikir-pikir, sebenarnya RA Kartini hanya mendidik kaum wanita agar bisa memperoleh pendidikan dan wawasan yang luas sama dengan pria dan beraktivitas tanpa melupakan kodrat mereka sebagai wanita dan seorang ibu. Semangat beliau didasarkan setelah beliau belajar Al Quran dan menemukan ayat yang berbunyi “Minadz Dzulumaati Ilan Nur” atau dari kegelapan menuju cahaya. Nah, dari sini sobat muslim bisa berpikir kan pemikiran kesetaraan gender darimana?? Yup…Pemikiran equalitas gender adalah dari Kapitalis, not Islam.

Islam Menjawab...
Islam sebagai sebuah agama sekaligus pandangan hidup/mabda' diturunkan oleh Allah Swt agar menjadi problem solving kehidupan. Sebagai sebuah aturan yang sempurna dan paripurna, Islam mengerti betul bagaimana posisi antara pria dan wanita. Hak dan kewajiban pria dan wanita adalah sama dimuka syariat sebagaimana firman Allah Swt, “Siapa saja yang beramal shalih, baik laki-laki ataupun perempuan, sementara ia seorang mukmin, sesungguhnya Kami akan memberikan kepada mereka kehidupan yang baik, dan Kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada amal yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl: 97). Eiitt..perlu A'er tegasin, ini bukan legitimasi atas kesetaraan gender lho... Maksudnya hukum yang diturunkan oleh Allah Swt disyariatkan kepada manusia tanpa membedakan apakah dia wanita atawa pria. Baik urusan habluminallah, hablumminannnas dan hablum binafsihi, misalnya berdakwah, sholat, puasa, zakat, infaq, berpendidikan, de el el.

But, tunggu dulu!! Allah pun Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya pria dan wanita secara sex dan gender itu berbeda. Kemaskulinan pria nggak akan pernah bisa disamakan dengan feminitas wanita. Allah berfirman, “Janganlah kalian berangan-angan tentang apa yang Allah tetapkan kepada kalian atas yang lain. Bagi kaum pria ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi kaum wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. An Nisa': 32). Contohnya nih... kaum pria nggak boleh ngiri bila kaum wanita nggak bisa sholat gara-gara datang bulan. Kaum pria pun nggak boleh ngiri bila para wanita meminta haknya seperti nafkah karena ini sudah menjadi kewajiban suami untuk menafkahinya.

“Yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak, yang tidak saja menyalahi kodrat, tetapi bisa menghancurkan kehormatannya.”

Yups, demikian pengakuan jujur seorang penulis bule.
Bagaimana dengan kita? Padahal, kita udah punya panutan, yakni Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa memberikan bimbingan dalam banyak hadistnya. Banyak pula wanita teladan di masa kejayaan Islam yang patut diacungi jempol. Kenapa tidak meneladani mereka?

Suatu ketika, saat siding, Asma melontarkan pertanyaan yang membebani kaum wanita,”Ya Rasulullah, aku mewakili kaum wanita untuk menanyakan kepadamu tentang beberapa hal. Bukankah engkau diutus oleh Allah untuk rahmat bagi manusia laki-laki dan wanita? Namun dalam beberapa masalah ternyata kami merasa dibedakan dari kaum laki-laki. Kami sama-sama beriman dan bertaqwa, namun kami juga merasa iri dengan perbuatan kaum laki-laki yang seolah menempatkan mereka pada posisi yang baik untuk mendapatkan pahala yang besar. Mereka boleh berjihad, sementara kami hanya mengurus anak-anak dan menjahit pakaian mereka. Mereka diberi kesempatan untuk meraih pahala sholat jumat, sementara kaum wanita tidak boleh. Bagaimana ini ya Rasulullah?”

Rasulullah tersenyum dan berkata kepada Asma', “Wahai Asma' kau pahami dan sampaikan nanti pada kaummu, kebaktianmu pada suami dan usaha mencari kerelaannya telah meliputi dan menyamai semua yang dilakukan oleh suami kalian (kaum pria),” jawab Rasulullah singkat, namun padat dan bermakna tinggi.

Dalam kehidupan Islam, posisi wanita begitu terhormat, aurat mereka tertutup rapat, sehingga menjadi mulia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya: “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al Ahzab: 59). Bahkan dulu di masa Rasulullah, bila ada wanita yang keluar rumah tidak memakai jilbab maka orang akan tahu bahwa dia wanita budak atau kafir. Kemuliaan wanita juga diwujudkan syariat Islam dengan sabda Rasulullah SAW : “Surga itu di bawah telapak kaki ibu” (HR. Ahmad).

Sobat muslim, Islam juga memuliakan wanita. Untuk itu, kaum wanita ditempatkan pada posisi yang aman, terhormat dan terjaga kesuciannya. Suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria, terletak antara wilayah Irak dan Syam, berteriak minta tolong karena kehormatannya dinodai oleh seorang pembesar Romawi. Teriakan ini ternyata terdengar oleh Khalifah Mu'tashim, pemimpin umat Islam saat itu. Kontan saja ia mengerahkan tentaranya untuk membalas pelecehan itu. Bukan saja sang pejabat, tapi kerajaan Romawi langsung digempur. Untuk membayar penghinaan tersebut, 30.000 tentara musuh tewas dan 30.000 lainnya menjadi tawanan.

Sayangnya, kondisi seperti itu belum bisa kita saksikan sekarang. Dan gak bakalan kita saksikan selama system kehidupannya bukan Islam. Dalam system kapitalisme seperti sekarang ini, rasa aman, kehormatan, dan kesucian diri amat mahal. Gak bisa kita beli kalau gak pake duit. Untuk itu, berkacalah pada Islam, khususnya bagi Kartini-Kartini Millenium ini. Dengan taat dan patuh kepada ajaran Islam, insya Allah selamat dunia dan akhirat. Gimana mulainya? Mari belajar tentang Islam. Islam sebagai sebuah ideologi.

~ Edisi 4 / April 2008 ~

9:08 PM Posted by Unknown 0

Surat Pembaca (Edisi 4 / April 2008)

Khusus buat A'er yang makin OK!
Seneng rasanya ada media Islam yang peduli total ke remaja, dari isi, warna sampe bahasanya. Tau… aja selera kita kaya gimana. Akhirnya nich, tsaqofahku nambah truss, bisa infak lagi. Kagak rugi alias untung banget nyisihin duit 400 perak buat jajan dunia akhirat.

Trim's A'er…Caayyoo ….ya!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Nur-Jember

Wa'alaikum salam Wr. Wb. Ukhti Nur yang dirakhmati Allah. 
A'er ucapin syukron katsir atas dukungannya. A'er hadir emang buat kamu n semua yang dahaga akan tsaqofah Islam. A'er juga punya pesen nich…,kalo dah baca don't di lipet-lipet dalam saku ,ato buat bungkus weci, apalagi ampe' dibuang ke tong sampah! Sampein ke saudara, sahabat or temen-temen kamu agar semua juga dapet tsaqofah kaya' kamu.Insya Allah kita juga dapet pahala disisi Allah. As remember, tsaqofah bukanlah akhir, but perlu ditindaklanjuti dengan amal.
9:01 PM Posted by Unknown 0

Salam Redaksi (Edisi 4 / April 2008)

Segala puji Allah yang telah mengaruniakan nikmat Islam dan iman, sehingga kita bisa menggapai kenikmatan lainnya. Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan pada junjungan kita, dapat meraih kenikmatan Nabiullah Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari masa jahilliah.

Alhamdulillah, A'er bisa nyapa sobat muslim lagi di edisi 4 bulan April ini. Gak untuk ajang pidato ato sok nggurui, tapi A'er hadir buat nemeni kalian ngaji Islam lebih luas lagi. Yaa..kita tahu kalau Islam tuch gak cuman shalat, zakat, puasa n haji aja, termasuk yang selalu in di kalangan cewek. Apaan tuch? Yup.. tul Gais! Emansipasi. 
 
Gimana Islam ngaturnya? Kupas abis Fiqrul Islam “Maskulin Versus feminine”. Bagi cewek yang pengen pake kerudung tapi masih malu coz takut jelek, dijauhi temen, bahkan takut dikucilkan ato sekitar-sekitar itu. Yuuk, intip fiqihnya A'er biar gamblang masalahnya. Teruss, siapa teladan muslimat? Gak usah nyari ke mana-mana! Buka Qishah n contoh akhlaknya, OK..!

Gak mau lama-lama lagi, yang penting baca terus A'ernya dan ayo sama-sama amalkan Islam secara kaffah. A'er juga tetap nunggu kritik saran dari kalian semua
^_^
9:00 PM Posted by Unknown 0

Hukum Merayakan Ulang Tahun

Assalamualaikum,
Hai A'er gimana kabarnnya? Oya aku pengen cerita neh, aku belum lama ini ngerayain Ultahku yang ke 17 loh….. walopun nggak gede-gede amat tapi lumayanlah bisa nraktir teman2 sekelas en juga aku dapat banyak kado Ultah loh dari teman2. Eh BTW saat itu ada temenq di sekul yang gak mau kasi ucapan selamat dan bilang, “ulang tahun itu haram lho, Cy”. Because of that. Q mau Tanya gimana sich hukumnya ngerayain ulang tahun dalam Islam? Atas jawabannya terima kasih.
Wassalamualaikum.
Mocy-Jember

Jawab:
Wa'alaikumsalam war.Wab
Ukhti Mocy semoga dengan jawaban A'er bisa sedikit memberi pencerahan pemikiran.
Ulang tahun saat ini sudah jadi budaya. Bahkan kaya'nya kita udah ngerasa ultah (ulang tahun, red) sudah jadi kebiasaan yang lazim, sampai-sampai kita ngerasa gak gaul klo gak ngerayainnya (masa' sich!!???). begitupun dengan mengucapkan selamat ultah, ataupun memberi kado.

Pada dasarnya jika kita melihat (membaca) kembali kisah kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat, mereka tidak pernah diriwayatkan mengadakan pesta ulang tahun. Truz gimana dunkzzz??!!??

Sebagaimana yang udah A'er sebutkan, insyaallah pada 2nd edition, setiap amal manusia (apapun itu, red) harus berlandaskan Al-Quran dan As Sunnah coz “Asal perbuatan terikat hokum syara'”. Nah… kalo ulang tahun itu tidak pernah ada tuntunannya ato gak dicontohin sama Rasul, apa masih harus dilakukan?! Malahan bisa jadi terkategori hal yang diada-adakan dan itu tertolak. Tuch kan, percuma aza kita mau ngadain syukuran ato traktir temen kalo niatnya untuk ngerayain ultah, pasti gak ada pahalanya.

“Barang siapa melakukan perbuatan selain yang aku perintahkan maka tertolak” (HR. Muslim)
“Barang siapa yang membuat hal baru dalam urusan (agama) ini maka dia tertolak” (HR. Abu Dawud)

Selain itu, ultah adalah tradisi bukan dari Islam dan lebih dekat dengan tradisi Kristen yang merayakan natal. Jika itu kemudian kita tiru baik untuk peringatan individu kita atau diadopsi jadi upacara agama, bisa termasuk perbuatan Tasyabbuh (peniruan) terhadap budaya orang kafir. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kedalam golongan mereka." (HR Ahmad dan Abu Daud). Tentu kita gak mau dong kalo kita termasuk dalam golongan dari orang2 kafir?

Trus gimana kalo kita mendapatkan kado ultah? Klo ngerayain aja gak boleh, gitu juga aktivitas yang terkait, seperti mengucapkan selamat, ikut member ataupun menerima kado ultah. Pokoke yang ikut menyukseskan acara itu dech! Coz kita secara langsung ato tidak mengiyakan budaya2 yang dilakukan oleh orang2 kafir, nah lo!!! Ngasih kado ke temen sunnah, trima hadiah pun boleh aza, tapi gak harus saat ultah kan? Ato jangan diniatkan untuk ultah, OK! Ato kalo mang mau bersyukur atas umur yang diberikan oleh Allah, kenapa koq gak tiap hari aja. Padahal juga masih banyak kenikmatan Allah yang lain yang patut juga kita sukuri.

So, sobat A'er, Islam adalah agama yang tinggi dan kita jangan mau mengekor pada orang-orang kafir dengan mengikuti budaya mereka. Klo suatu amal gak ada tuntunannya dalam Islam, ya gak usah dilakukan. Sebagai seorang muslim kita jangan mau dengan mudah diajak orang kafir ke jalan yang bisa menyesatkan kita.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
~ Edisi 3 / Maret 2008 ~
2:00 AM Posted by Unknown 0
Powered by Blogger.