TOP NEWS

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. " (QS. An Nahl : 125)

Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

February 12, 2013

KEISTIMEWAAN MUKJIZAT RASULULLAH SAW.

Sobat Aer, kali ini kita bakal ngulas tentang mukjizat. Yup, seperti yang kita tahu, mukjizat itu suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada para rasul-Nya. Tapi kita bakalan mbahas lebih banyak dari itu. Ikuti sampai habis ya…

Dapat dikatakan bahwa mukjizat adalah perkara yang di luar kebiasaan, yang dikaruniakan oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya, untuk membuktikan kebenaran kenabian dan keabsahan risalahnya. Mukjizat merupakan kejadian/kelebihan di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya dimilki oleh para rasul yang diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya. Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar biasa itu tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karomah.

Beberapa mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada rasul-Nya antara lain seperti mukjizat yang dimiliki Nabi Musa berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular sekaligus dapat membelah lautan. Ada juga Nabi Sulaiman yang dapat berkomunikasi dengan binatang. Beliau juga merupakan raja yang luar biasa yang sampai mencakup bangsa jin. Nabi Yunus juga mempunyai mukjizat yang luar biasa yaitu dapat tetap bertahan hidup walaupun berada di dalam perut ikan paus. Tidak bisa terbakar walaupun berada di dalam kobaran api merupakan mukjizat dari Nabi Ibrahim.

Sebagai Nabi terakhir yang menjadi penutup para Nabi, Nabi Muhammad saw mempunyai cukup banyak mukjizat yang diberikan oleh Allah untuk mendukung perjalanan kenabiannya. Kelebihan  itu bahkan sudah terlihat ketika sebelum rasul dilahirkan. Ketika ibunda rasulullah mengandung maupun melahirkan rasul, beliau tidak merasakan sakit apapun seperti yang dirasakan ibu-ibu pada umumnya. Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah "stempel kenabian" (tanda kenabian) di kulit punggungnya.

Masih banyak lagi mukjizat yang dimiliki oleh Rasulullah, diantaranya dapat melihat dalam gelap, dapat membelah bulan menjadi 2 untuk membuktikan kenabiannya, peluh yang keluar dari tubuhnya berbau harum dan dapat menyembuhkan banyak macam penyakit. Namun diantara mikjizat-mukjizat tersebut, mukjizat yang terbesar adalah wahyu yang diberikan oleh Allah berupa Al-Qur’an. Al-Qur’an berisi tuntunan hidup bagi umat Islam agar tidak tersesat dalam menjalani hidup di dunia. Al-Qur’an itu bagaikan surat cinta dari Allah bagi umat-Nya yang dititipkan melalui Rasulullah. Wahyu dari Al-Qur’an turun secara bertahap sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh umat pada masanya. Namun bukan berarti Al-Qur’an tidak dapat menyelesaikan permasalahan pada zaman sekarang, karena Al-Qur’an berisi acuan-acuan yang dapat digunakan sampai kapanpun. Telah terukir pula dalam sejarah, dengan Al Qur’an tersebut, Rasulullah dapat mengubah kondisi umat dari yang rendah menuju pada kemuliaan, dari jahiliah menuju ketaatan. Luar biasa, ketika kebenaran dari Allah yang tertuang dalam Al Qur’an dijadikan acuan dalam hidup, akan mengangkat derajat manusia tidak hanya di dunia, terlebih di akhirat. Allah juga telah menjamin untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an hingga akhir zaman. Firman Allah swt: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9). Hal-hal itulah yang membuat Al-Qur’an menjadi mukjizat Rasulullah yang paling istimewa.

Nah, dari sini sobat, terlihat sangat jelas kan bahwa Rasulullah merupakan teladan umat yang sangat layak untuk dicintai dan dijaga selalu ajaran-ajaran peninggalannya. Mencintai Allah dan Rasul-Nya dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan ibadah wajib dan sunnah setiap saat. ‘Beribadahlah seakan-akan kamu akan mati esok hari’ merupakan kalimat yang wajib ditanamkan ke dalam diri kita masing-masing untuk menjadikan kita semakin bersungguh-sungguh dalam menyiapkan bekal untuk akhirat kita. Be believe my brothers n sister in Islam, bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hamba-Nya, terutama yang senantiasa taat dan tunduk pada aturan-Nya, seperti Dia selalu ada untuk membantu para rasul-Nya dengan memberikan mukjizat-mukjizat yang membantu tugas kenabiannya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7) Wallahu’alam bishshawab 


~Aer Edisi Februari 2013~
8:26 PM Posted by Unknown 0

January 27, 2013

AL KINDI, LEBIH DARI SEKEDAR “EINSTEIN” SANG PENEMU TEORI RELATIVITAS

Sobat muslim, do you know, teori relativitas yang merupakan revolusi dari ilmu Math & Fisika sejatinya telah 1.100 thn sebelum Albert Einstein mencetuskan teori relativitas, ada ilmuwan Muslim di abad ke-9 M yg telah meletakkan dasar2 teori relativitas, eh? Who is he? Dialah saintis & filosof legendaris bernama Yusuf Ibnu Ishaq Al-Kindi. Sayangnya sobat, sangat sedikit umat Islam yang mengetahuinya. 

Nah sobat Aer, menurut Al-Kindi, fisik bumi dan seluruh fenomena fisik adalah relatif. Relativitas, kata dia, adalah esensi dari hukum eksistensi. “Waktu, ruang, gerakan, dan benda, semuanya relatif dan tak absolut,” cetus Al-Kindi. Namun, ilmuwan Barat, seperti Galileo, Descartes, dan Newton, menganggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolut. Walah… hanya Einstein yang sepaham dengan Al-Kindi. “Waktu hanya eksis dengan gerakan; benda dengan gerakan; gerakan dengan benda,” papar Al-Kindi. Selanjutnya, Al-Kindi berkata gini, “Jika ada gerakan, di sana perlu benda; jika ada sebuah benda, di sana perlu gerakan.”  Pernyataan Al- Kindi ini menegaskan kalo seluruh fenomena fisik relatif satu sama lain. Mereka tak independen dan tak juga absolut. Kerennya nich, gagasan yang dilontarkan Al-Kindi itu sama dengan apa yang diungkapkan Einstein dalam teori relativitas umum. “Sebelum teori relativitas dicetuskan, fisika klasik selalu menganggap bahwa waktu adalah absolut,” papar Einstein dalam La Relativite. 

Masih menurut Al-Kindi sobat Aer, bahwa benda, waktu, gerakan, dan ruang tak hanya relatif terhadap satu sama lain, namun juga ke objek lainnya dan pengamat yang memantau mereka. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Einstein, seperti yang bisa kita kaji dalam buku2 yang mengungkap tentang teori relativitas kan? Yuk menggeledah apa yang tertuang dalam Al-Falsafa al-Ula. Al-Kindi menyatakan, seluruh fenomena fisik, seperti manusia menjadi dirinya, adalah relatif dan terbatas. Meski setiap manusia tak terbatas dalam jumlah dan keberlangsungan, mereka terbatas; waktu, gerakan, benda, dan ruang yang juga terbatas. Einstein lagi2 mengamini pernyataan Al-Kindi yang dilontarkannya pada abad ke-11 M. “Eksistensi dunia ini terbatas meskipun eksistensi tak terbatas,” papar Einstein.

Dengan teori itu, Al-Kindi tak hanya mencoba menjelaskan seluruh fenomena fisik. Namun, juga dia membuktikan eksistensi Tuhan. Karena, itu adalah konsekuensi logis dari teorinya. Al-Kindi mengungkapkan teorinya untuk membuktikan eksistensi Tuhan dan keesaan-Nya. Seperti Firman Allah, “…. Sesungguhnya, sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung.” (QS Al Hajj: 47). Dan juga dalam firman-Nya yang lain, “Yang datang dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS 70: 3-4). Ada lagi,  “Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari. Maka, tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (QS 23: 122-114). Demikianlah sobat muslim, dengan kemampuan yang dikaruniakan Allah, Al kindi sebagai ilmuan muslim mengkaji fenomena yang ada di alam ini hingga mencetuskan teori yang luar biasa di dunia sains dengan senantiasa mengaitkannya pada kekuasaan Allah dan berpegang pada prinsip2 yang Allah terangkan dalam ayat2-Nya yg mulia, subhanallah… dimana dan siapakah ilmuan2 muslim berikutnya? (dari berbagai sumber)

~AER EDISI JANUARI 2013~
11:29 PM Posted by Unknown 0

January 11, 2013

JANGAN BIARKAN GAZA (KEMBALI) BERDARAH!

Tatkala air hujan falling down dari langit dan membasahi bumi yang telah lama mengering, kedatangannya tentu akan sangat menggembirakan. Ya nggak? However, apa jadinya ketika ‘hujan’ itu adalah butiran2 peluru? Oww, ampun dech! Faktanya inilah yang terjadi terhadap saudara kita di Palestina yang dihujani peluru dan serangan bom oleh roket2 Israel. Astaghfirullah, gimana tak menyayat hati sobat, tuk kesekian kalinya, kekejian Israel terhadap Palestina kembali membabi buta. Tahu tidak, baru-baru ini, akibat serangan berdarah yang terjadi 14-21 November 2012, 166 warga sipil Gaza meninggal. Sementara, 1235 lainnya luka-luka. (http://news.detik.com)

Sebenarnya, bukan untuk yang pertama X Israel menyerang Gaza. Sejak mengklaim dirinya sebagai negara, yakni tahun 1948 konflik Israel dan Palestina kerap terjadi. Tahun 1987 dikenal sebagai perang intifadha 1 yang berlanjut dengan perang intifadha 2 tahun 2000-2008, dimana rakyat Palestina berjuang melawan gempuran2 Israel, dan yang terbaru, serangan sepekan yang mematikan yang terjadi tahun ini. Sepanjang sejarah itu sobat, sampai tak terhitung berapa saudara kita yang tewas n luka2, infrastruktur yg hancur, dan masa depan yang diporak-porandakan. Lantas, dimanakah justice & rasa aman itu? Lebih2 dimanakah umat Islam yg jumlahnya milyaran?!

Nyatanya nich, it has been long… warga Palestina harus berhadapan dg tentara Israel sendirian.  Gimana ndak berjuang sendirian, coz meski populasi muslim hampir menempati 1/4 penduduk dunia, namun mereka tersekat-sekat dalam nasionalisme. Jadinya, it’s your case, not mine. Itu urusanmu, bukan urusanku. Lho… kok? Well! meski sebagian dari kaum muslimin yang tergugah dirinya dengan adanya serangan Israel ke Palestina, yaitu dengan turut mengecam ke-biadab-an Israel, namun tetap aja belum membawa perubahan yang signifikan. Bantuan yang diberikan selama ini seperti obat-obatan, makanan, atau dukungan moril belum mampu menyembuhkan derita yg melanda. Bahkan, meski yang lagi new, Palestina ‘baru’ diakui statusnya sebagai negara oleh PBB, kita lihat sendiri gimana tingkah polah PBB selama ini, dengan double standart-nya, akankah kita menyerahkan tertegaknya keadilan di tangan mereka?
 

Sobat muslim, secara kuantitas, kita patut bangga kalo now, umat Islam jumlahnya banyak. Sayangnya, jumlah yang banyak belum jadi ukuran kekuatan kaum muslimin saat ini. Kita lihat, saat satu negeri muslim diserang, seperti serangan Israel beserta sekutunya terhadap Palestina, kaum muslimin hanya bisa mengecam or memberikan bantuan2 yang sarat kepentingan. Belum mampu jadi penyelamat thd mereka yg tertindas.  Sangat beda ketika dulu Islam itu jaya. Contoh, Khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 M), ketika ada muslimah yang dilecehkan tentara Romawi, dia segera ngirimkan pasukan tuk nyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana demi membela kehormatan muslimah tadi. Keren khan? Sekarang?! O_o

Inikah kondisi kita sebagaimana yang diriwayatkan dari Thauban r.a, Rasulullah saw.bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab: “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).
 

Sobat Aer, ketika Gaza kembali berdarah, luka yang tertoreh di sana adalah luka kita juga, karena kita laksana satu tubuh. Nah kalo gitu, bukan alasan kan tuk ndak lakuin apa2. Yukk turut andil dlm mengupayakan tertegakkannya kembali aturan Islam & terwujudnya ukhuwah Islamiyah diantara kita, so musuh2 Islam akan gentar ketika berhadapan dengan kekuatan Islam dan kaum muslimin yang memegang teguh agamanya. Jangan biarkan sekat2 nasionalisme menjadikan kita nggak peduli dg apa yang terjadi pada saudara kita, yang sejatinya adalah apa yang terjadi pada diri kita sendiri sebagai bagian dari kaum muslimin. 

 “Dan berpeganglah pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai, dan ingatlah ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 102-103). Wallahu’alam bishawab.

~EDISI 12/DESEMBER 2012~
8:30 PM Posted by Unknown 0

December 7, 2012

ORANG ROHINGYA

Rohingya adalah  orang muslim yang tinggal di negara bagian Rakhine (Arakan) di barat Myanmar (Burma). Pada tahun 2012, 800.000 orang Rohingya tinggal di Myanmar. Menurut PBB , mereka adalah salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia. Banyak orang Rohingya yang telah melarikan diri ke ‘ghetto’ dan kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh , dan ke daerah-daerah di sepanjang perbatasan Thailand Myanmar.
Orang Rohingya mempraktekkan Islam Sunni dengan unsur-unsur ibadah Sufi. Karena pemerintah membatasi kesempatan pendidikan bagi mereka, studi Islam fundamental menjadi satu-satunya pilihan pendidikan bagi kebanyakan dari mereka. Masjid dan sekolah-sekolah agama hadir di kebanyakan desa. Secara tradisional, laki-laki beribadah secara berjamaah dan wanita beribadah di rumah.
Orang-orang Rohingya telah digambarkan sebagai "orang-orang yang paling dicari di dunia” dan "salah satu dari minoritas dunia yang paling teraniaya." Mereka telah dilucuti kewarganegaraan mereka sejak undang-undang kewarganegaraan 1982 . Mereka tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan tanpa izin resmi, dilarang memiliki tanah dan diminta untuk menandatangani komitmen untuk memiliki tidak lebih dari dua anak.
Permukiman Muslim telah ada di Arakan sejak kedatangan orang Arab ada di abad ke-8 Masehi. Keturunan langsung dari pemukim Arab yang diyakini tinggal di pusat Arakan dekat Mrauk-U dan Kyauktaw kota-kota, daripada Mayu wilayah perbatasan (dekat Chittagong Divisi Bangladesh), di mana mayoritas Muslim Rohingya akan diisi.

Kerusuhan Rakhine tahun 2012
Kerusuhan Rakhine tahun 2012 adalah serangkaian konflik yang sedang berlangsung antara Rohingya Muslim dan etnis Rakhine di utara Rakhine Negara , Myanmar . Kerusuhan terjadi setelah minggu perselisihan sektarian dan telah dikutuk oleh kebanyakan orang di kedua sisi konflik. Penyebab langsung dari kerusuhan tidak jelas, dengan banyak komentator mengutip pembunuhan sepuluh Muslim Burma oleh etnis Rakhine setelah pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita Rakhine sebagai penyebab utama. Desa Whole telah "hancur". Lebih dari tiga ratus rumah dan sejumlah bangunan umum telah diratakan. Menurut Tun Khin, Presiden Burma Rohingya Organisasi Inggris (BROUK), pada 28 Juni, 650 orang Rohingya telah tewas, 1.200 hilang, dan lebih dari 80.000 telah mengungsi. Menurut pihak berwenang Myanmar, kekerasan, antara umat Buddha Rakhine etnis Rohingya dan Muslim, meninggalkan 78 orang tewas, 87 luka-luka, dan ribuan rumah hancur. Hal ini juga menyebabkan lebih dari 52.000 orang.
Pemerintah menanggapi dengan memberlakukan jam malam dan dengan mengerahkan pasukan di daerah. Pada tanggal 10 Juni, keadaan darurat dinyatakan di Rakhine, yang memungkinkan militer untuk berpartisipasi dalam administrasi daerah. Tentara Birma dan polisi telah dituduh menargetkan Rohingya Muslim melalui penangkapan massal dan kekerasan sewenang-wenang. Sejumlah organisasi biarawan yang memainkan peran penting dalam perjuangan untuk demokrasi Burma telah mengambil langkah-langkah untuk memblokir bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Rohingya. Pada bulan Juli 2012, Pemerintah Myanmar tidak termasuk kelompok minoritas Rohingya – yang diklasifikasikan sebagai ‘stateless’ Muslim Bengali dari Bangladesh sejak 1982-dalam daftar pemerintah lebih dari 130 ras etnis dan karena itu pemerintah mengatakan bahwa mereka tidak memiliki klaim kewarganegaraan ke Myanmar. (Diambil dari berbagai sumber)

~EDISI 11/NOVEMBER 2012~
2:07 AM Posted by Unknown 0

THE ROHINGYA PEOPLE

The Rohingya are a Muslim people who live in the state of Rakhine (Arakan) in western Myanmar (Burma). As of 2012, 800,000 Rohingya live in Myanmar. According to the UN, they are one of the most persecuted minorities in the world. Many Rohingya have fled to ghettos and refugee camps in neighboring Bangladesh, and to areas along the Thai-Myanmar border.
The Rohingya people practice Sunni Islam with elements of Sufi worship. Because the government restricts educational opportunities for them, many pursue fundamental Islamic studies as their only educational option. Mosques and religious schools are present in most villages. Traditionally, men pray in congregations and women pray at home.
The Rohingya people have been described as “among the world’s least wanted and “one of the worlds’s most persecuted minorities. They have been stripped of their citizenship since a 1982 citizenship law. They are not allowed to travel without official permission, are banned from owning land and are required to sign a commitment to have not more than two children.
Muslim settlements have existed in Arakan since the arrival of Arabs there in the 8th century CE. The direct descendants of Arab settlers are believed to live in central Arakan near Mrauk-U and Kyauktaw townships, rather than the Mayu frontier area (near Chittagong Division, Bangladesh), where the majority of Rohingya are populated.

2012 Rakhine State riots
The 2012 Rakhine State riots are a series of ongoing conflicts between Rohingya Muslims and ethnic Rakhine in northern Rakhine State, Myanmar. The riots came after weeks of sectarian disputes and have been condemned by most people on both sides of the conflict. The immediate cause of the riots is unclear, with many commentators citing the killing of ten Burmese Muslims by ethnic Rakhine after the rape and murder of a Rakhine woman as the main cause. Whole villages have been "decimated". Over three hundred houses and a number of public buildings have been razed. According to Tun Khin, the President of the Burmese Rohingya Organization UK (BROUK), as of 28 June, 650 Rohingyas have been killed, 1,200 are missing, and more than 80,000 have been displaced According to the Myanmar authorities, the violence, between ethnic Rakhine Buddhists and Rohingya Muslims, left 78 people dead, 87 injured, and thousands of homes destroyed. It also displaced more than 52,000 people.
The government has responded by imposing curfews and by deploying troops in the regions. On June 10, state of emergency was declared in Rakhine, allowing military to participate in administration of the region. The Burmese army and police have been accused of targeting Rohingya Muslims through mass arrests and arbitrary violence. A number of any humanitarian assistance to the Rohingya community. In July 2012, the Myanmar Government did not include the Rohingya minority group–-classified as stateless Bengali Muslims from Bangladesh since 1982—on the government's list of more than 130 ethnic races and therefore the government says that they have no claim to Myanmar citizenship. (Taken from many sources)

~EDISI 11/ NOVEMBER 2012~ 
2:03 AM Posted by Unknown 0

December 1, 2012

Benda Bertasbih Memuji Allah (Penelitian Ultrasonik)

Taukah sobat semua, pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan khatulistiwa yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada. Juga ketika lafad Allah terdengar, getaran di atas suara (ultrasonic/ultra sound) tersebut berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang ilmuwan terkenal Amerika memilih masuk Islam.

Para ilmuwan ini selama tiga tahun melakukan penelitian dan melihat fenomena seperti ini membuat mereka tercengang sangat terheran-heran. Para ilmuwan berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah) dengan sebuah alat canggih yang bernama oscilloscope. Denyutan cahaya elektrik ini dapat diubah menjadi gelombang elektrik optik dan lebih dari 1000 kali dalam satu detik per sekon berulang-ulang.

Prof. William Brown (alm.) yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada yang sanggup memberikan  penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.

Saat tim ini membuktikan penemuan mereka di hadapan sebuah tim peneliti Inggris, kebetulan dalam tim itu ada seorang yang beragama Islam. Setelah melakukan uji coba selama lima hari, ilmuwan Inggris juga menjadi terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Namun, ilmuwan muslim ini mengatakan bahwa hal ini sudah diyakini oleh kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu.

Mereka yang mendengar ucapan itu memintanya untuk lebih jauh menjelaskan masalah yang disebutnya. Ia kemudian membaca ayat dalam Al Qur’an yang berbunyi:

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS: Israa’: 44).

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafadz jalalah (nama Allah Subhanahu wa Ta’ala) sebagaimana tampak dalam layar. Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula dimana ilmuwan tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu Profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah Al-Qur’an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, Profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnegie Mellon, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini.” “Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Al-Qur’an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain”

Profesor ini telah mengumumkan Islamnya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah. Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah Islam.
~EDISI 10/OKTOBER 2012~
1:37 AM Posted by Unknown 0

October 25, 2012

Kontribusi Ilmuwan Islam di Bidang Farmakologi

Setiap penyakit pasti ada obatnya." Sabda Rasulullah SAW yang begitu populer di kalangan umat Islam itu tampaknya telah memicu para ilmuwan dan sarjana di era kekhalifahan Islam untuk berlomba meracik dan menciptakan beragam obat-obatan.

Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi. Betapa tidak, para sarjana muslim di zaman kejayaan telah memperkenalkan adas manis, kayu manis, cengkeh, kamper, sulfur, serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan obat-obatan. Menurut Turner umat Islam-lah yang mendirikan warung pengobatan pertama. Para ahli farmakologi Islam juga termasuk yang pertama dalam mengembangkan dan menyempurnakan pembuatan sirup dan julep.

Dalam praktiknya, farmakologi dan farmasi melibatkan banyak praktisi seperti herbalis, kolektor, penjual tumbuhan, rempah-rempah untuk obat-obatan, penjual dan pembuat sirup, kosmetik, air aromatik, serta apoteker yang berpengalaman. Merekalah yang kemudian turut mengembangkan farmasi di era kejayaan Islam.

Setelah dinyatakan terpisah dari ilmu kedokteran, beragam penelitian dan pengembangan dalam bidang farmasi atau saydanah (bahasa Arab) kian gencar dilakukan. Pemerintah muslim turut mendukung pembangunan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah yang ketika itu memberikan perawatan kesehatan secara cuma-cuma bagi rakyatnya juga mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan dalam skala besar.

Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek swasta dan pemerintah diawasi secara ketat. Secara periodik, pemerintah melalui pejabat dari Al-Muhtasib - semacam badan pengawas obat-obatan - mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat dan ukuran kemurnian dari obat yang digunakan. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan. Pengawasan yang dilakukan ketat dan teliti diterapkan di era kekhalifahan Islam.

Seperti halnya di bidang kedokteran, dunia farmasi profesional Islam telah lebih unggul lebih dulu dibandingkan Barat. Ilmu farmasi baru berkembang di Eropa mulai abad ke-12 M atau empat abad setelah Islam menguasainya. Karena itulah, Barat banyak meniru dan mengadopsi ilmu farmasi yang berkembang terlebih dahulu di dunia Islam.

Umat Islam mendominasi bidang farmasi hingga abad ke-17 M. Setelah era keemasan perlahan memudar, ilmu meracik dan membuat obat-obatan kemudian dikuasai oleh Barat. Negara-negara Eropa yang menguasai farmasi dari aneka risalah Arab dan Persia tentang obat dan senyawa obat yang ditulis para sarjana dan ilmuwan Islam. Tak heran, bila kini industri farmasi dunia berada dalam genggaman Barat.

Pengaruh kaum Muslimin dalam bidang farmasi di dunia Barat begitu besar. "Hal itu tecermin dalam kembalinya minat terhadap pengobatan natural yang begitu populer dalan pendidikan kesehatan saat ini," papar Turner. Mungkinkah umat Islam kembali menguasai dan mendominasi bidang farmasi seperti di era keemasan?

Ibnu Al Baitar
Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam farmakologi dan farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides.

Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M - 1051 M)

Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmakologi dan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M - setahun sebelum Al-Biruni tutup usia.

Abu Ja'far Al-Ghafiqi (wafat 1165 M)
Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami' Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Risalah itu memaparkan tentang pendekatan dalam metodelogi, eksperimen, serta observasi dalam farmakologi dan farmasi.

Ibnu Sina
Dalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmakologi dan farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang dari 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya
Wallahu 'alam bisshowwab.

~ Edisi 8 / Agustus 2008 ~
2:19 AM Posted by Unknown 0

October 24, 2012

KEMEGAHAN DAN KEJAYAAN PERPUSTAKAAN DI MASA ISLAM

Sobat muslim, tau gak klo pas masa keemasan Islam, sains maju banget! Banyak ilmuawan yang menghasilakan berbagai karya. Selain itu, berdiri perpustakaan yang tersebar di berbagai wilayah Islam, diantaranya:

a. Perpustakaan Khalifah Dinasti Fatimiyah di Kairo
Perpustakaan ini paling terkenal dan sangat menakjubkan karena isinya berupa mushaf-mushaf dan buku-buku yang sangat berharga. Jumlah seluruh buku yang ada di situ mencapai 2.000.000 (dua juta) eksemplar. Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh banyak sejarawan.
 
b. Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo
Perpustakaan ini didirikan oleh Al-Hakim Biamrillah dan mulai dibuka pada tanggal 10 Jumadil Akhir tahun 395 Hijriah, setelah dilengkapi perabotan dan hiasan. Pada semua pintu dan lorongnya dipasangi tirai. Di situ ditempatkan pula para penanggung jawab, karyawan dan petugas. Di situ dihimpun buku-buku yang belum pernah dihimpun oleh seorang raja pun. Perpustakaan itu mempunyai 40 lemari. Bahkan ada salah satu lemari yang memuat 18. 000 buku tentang ilmu-ilmu kuno. Semua orang boleh masuk ke situ. Di antara mereka ada yang datang untuk membaca buku, menyalin atau untuk belajar. Di situ terdapat segala yang diperlukan (tinta, pena, kertas dan tempat tinta).
 
c. Perpustakaan Baitul Hakam di Bagdad
Perputakaan ini didirikan oleh Harun ar Rasyid dan mencapai puncak kebesarannya pada masa Al-Ma`mun. Perpustakaan ini lebih menyerupai sebuah universitas yang di dalamnya terdapat buku-buku. Orang-orang berkumpul di situ, berdiskusi, muthala`ah dan menyalin buku. Di situ juga terdapat para penyalin dan penerjemah yang menerjemahkan buku-buku yang di peroleh Ar Rasyid dan Al- Ma`mun dalam penaklukan-penaklukan mereka di Ankara, Amuria dan Cyprus.
 
d. Perpustakaan Al-Hakam di Andulus
Perpustakaan ini sangat besar dan luas untuk ukuran di zamannya. Buku yang ada di situ sampai mencapai 400.000. Perpustakaan ini mempunyai katalog-katalog yang sangat teliti dan teratur sehingga sebuah katalog khusus diwan-diwan syi`ir yang ada di perpustakan itu mencapai 44 bagian. Di perpustakaan ini terdapat pula para penyalin buku yang cakap dan penjilid-penjilid buku yang mahir.
 
e. Perpustakaan Bani Ammar di Tripoli
Perpustakaan ini merupakan salah satu lambang keagungan dan kebesaran. Di situ terdapat 180 penyalin yang menyalin buku-buku. Mereka bekerja secara bergiliran siang dan malam supaya penyalinannya tidak terhenti.Bani Ammar sangat gemar melengkapi perpustakaan dengan buku-buku yang langka dan baru. Mereka mempekerjakan orang-orang pandai dan pedagang-pedagang untuk menjelajah negeri-negeri dan mengumpulkan buku-buku yang berfaedah dari negeri- negeri yang jauh dan dari wilayah-wilayah asing.
Subhanallah, betapa ilmu pengetahuan sangat dihargai dalam Islam hingga banyak kita jumpai perpustakaan dibangun.
 
Kehancuran Perpustakaan Dunia Islam
 
Ketika tentara Tatar menaklukkan Bagdad, yang pertama kali dihancurkan sebelum menghancurkan yang lain adalah perpustakaan. Tentara Tatar yang biadab melemparkan semua buku yang mereka dapatkan di perpustakaan-perpustakaan umum ke sungai Dajlah sehingga sungai itu penuh dengan buku-buku. Sampai-sampai seorang penunggang kuda bisa melintas di atasnya dari tepi ke tepi sungai. Air sungai tetap hitam pekat selama berbulan-bulan lantaran bercampur dengan tinta buku-buku yang ditenggelamkan ke situ.
 
Petaka serangan Salib juga telah membuat kita kehilangan perpustakaan-perputakaan paling berharga yang ada di Tripoli, Maarrah, Al-Quds, Ghazzah, Asqalan, dan kota-kota lainnya yang dihancurkan mereka. Salah seorang sejarawan menaksir tiga juta buku dimusnahkan tentara Salib di Tripoli. Ketika Andalusia (Spanyol) diserang, kita kehilangan perpustakaan-perpustakaan besar yang diceritakan sejarah dengan mencengangkan. Semua buku di bakar oleh pemeluk-pemeluk agama yang fanatik. Bahkan buku-buku yang dibakar dalam sehari di lapangan Granada ditaksir mencapi satu juta buku.
 
Demikian perbuatan orang-orang yang tidak suka dengan Islam. Mereka selalu berusaha menghancurkan peradaban Islam bahkan menutup-nutupi kemajuan sains hasil umat Islam. Mereka membalikkan opini bahwa bangsa merekalah yang maju. Sobat muslim, keep fight n study yach! Moga Islam jaya lagi ^_^

~ Edisi 4 / April 2008 ~

9:16 PM Posted by Unknown 0
Powered by Blogger.