Siapakah dia, sosok yang akan mengajarkan kepada kita tuk tetap gigih mengejar apa yang semestinya diperjuangkan? Dialah Salman al-Farisi ra, sang pencari kebenaran. Tahukah sobat, Salman ra. pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakkan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya. Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar. Ketika Salman melewati sebuah gereja, dia merasa tertarik dengan cara sembahyang orang nasrani tersebut dan merasa agama itu lebih baik dibandingkan agamanya. Ayahnya sangat marah mendengar hal itu dan merasa khawatir apabila anak kesayangannya berpindah agama, sehingga Salman dikurung di dalam kamarnya. Namun Salman berhasil kabur dan pergi menuju Suriah.
Then, apa yang terjadi dengan Salman? Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda." Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya. Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri. Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb.
Akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari Rasulullah SAW. Subhanallah Sobat, betapa senangnya Salman mengetahui hal tersebut. Bagaimana tidak happy ketika dia akhirnya menemukan sang pembawa kebenaran yang dicari-cari selama ini dan mendapat bimbingan langsung dari Rasulullah SAW.
Ada yang istimewa pada diri Salman, kisah kepahlawanannya yang terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam Perang Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 personel. Pemimpin tim itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana kaum Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota. Rasulullah SAW pun meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab pada waktu itu. Namun pada ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima. Atas saran Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan kaum Muslimin. Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.
Nah, Sobat, kita harus meneladani sifat Salman Al Farisi yang sangat gigih dalam mencari kebenaran dalam iman dan Islam. Karena kualitas keimanan yang terbaik adalah ketika kita memegang teguh agama Islam bukan karena keturunan dari orang tua maupun paksaan dari pihak-pihak manapun, melainkan dari kesadaran pikiran kita yang menyadari bahwa Islam merupakan agama yang dapat memuaskan hati maupun akal kita dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu saudaraku, mulai dari sekarang coba luruskan dan tata kembali niat kita bahwa kita memegang teguh agama Islam memang hanya karena Allah, bukan karena hal lain. Wallahu’alam bishowab.
8:20 PM
Posted by
Unknown
Waw... fakta telah menunjukkan bahwa penderita HIV dan AIDS tiap tahunnya hampir selalu mengalami peningkatan yang semakin banyak, perlu diketahui sahabat Aer, di Indonesia untuk tahun 2012 saja bulan januari – Juni penyakit HIV 9.883 jiwa n penyakit Aids 2.224 dengan kematian akibat dari penyakit tersebut 211 jiwa. (Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes RI) Sebanyak itu penderita AIDS dalam waktu yang relatif singkat?! Huh…..ngeri deh rasanya, jangan-jangan negara kita nanti jadi gudang penyakit HIV/AIDS ? ^_^
Ngomong-ngomong nich, pemerintahan di Negara kita pun sudah berbagai macam cara dan upaya untuk meminimalisir HIV dan AIDS Pemerintah di 2012 mendistribusikan sebanyak 10 juta kondom gratis pada pelaku seks berisiko tinggi yang miskin. Sedangkan untuk masyarakat dan pelaku seks berisiko yang lain didorong untuk membeli melalui upaya promotif dan preventif. (Jakarta, InfoPublik)
Banyak organisasi-organisasi maupun pihak perusahaan baik negeri maupun swasta juga ikut andil dalam meminamilisir HIV/AIDS seperti: jalan santai, sepeda santai, seminar-seminar tentang kesehatan reproduksi remaja, sosialisasi di tempat-tempat yang rawan terjadi perilaku sek bebas seperti di tempat pijat, diskotik, lokalisasi PSK dan tempat lainnya yang dianggap rawan. Tapi… coba kita amati apakah tiap tahunnya dari upaya pemerintahan kita sekarang penderita penyakit HIV/AIDS semakin minim? Jawabnya NO.
Sebenarnya apa sih penyebab terbesarnya kok bisa Penyakit ganas ini yang konon belum ada obatnya bisa mengenai manusia? Ternyata, penyakit ini secara berurutan banyak ditularkan melalui perilaku sek bebas, jarum suntik, homo-biseksual, transmisi perinatal (penularan penyakit dari ibu ke bayi). Tuh sobat ternyata penyebab terbesarnya adalah perilaku sek bebas. Dari perilaku seks bebas itu, selain bisa terkena penyakit HIV/AIDS, juga dapat berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan sehingga bisa terjadi stress berat dan aborsi yang itu membunuh jiwa yang tidak bersalah,,. Duh, kasian ya?
Nah, kita sebagai generasi muda muslim mestinya ikut mawas diri sobat. Karena sebagian besar dari mereka yang terjerumus pada perbuatan zina yang sangat dimurkai Allah, hingga ada yang terjangkiti penyakit yang ‘’mematikan’ itu, adalah dari kalangan pemuda. Hal ini diantaranya bermula dari pasaran, Eh… kok pasaran, pacaran maksudnya, awalnya sih cuma SMSan, telpunan, ketemuan, pegang tangan, n bisa berlanjut pegang aneh-aneh lantas sampek zina… astaghfirullah… sereeemmm! Inilah yang bisa berpotensi terhadap penularan penyakit HIV/AIDS!
Lantas bagaimana sobat muda muslim solusi yang tepat? Solusi yang tepat adalah back to Al Qur’an dan Sunnah. Di dalam Ajaran Islam kita tidak boleh mendekati zina dan jika berzina maka akan dikenai sanksi berupa rajam (dilempari batu sampai mati) jika sudah menikah. Umar bin Khatthab ra. menjelaskan dalam khuthbahnya: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur`an kepada NabiNya & diantara yang diturunkan kepada beliau adalah ayat Rajam. Kami telah membaca, memahami & mengetahui ayat itu. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melaksanakan hukuman rajam & kamipun telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir apabila zaman telah berlalu lama, akan ada orang-orang yang mengatakan: “Kami tak mendapatkan hukuman rajam dlm kitab Allah” sehingga mereka sesat lantaran meninggalkan kewajiban yang Allah Azza wa Jalla telah turunkan. Sungguh (hukuman) rajam adalah benar & ada dlm kitab Allah utk orang yang berzina apabila telah pernah menikah (al-Muhshân), bila telah terbukti dgn pesaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri”. (HR Bukhori)
Bila belum menikah, maka didera (dicambuk) 100 kali dan diasingkan 1 tahun. “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”. (QS. An-Nur [24] : 2). “Ambillah dariku ambillah dariku Sungguh Allah telah menjadikan bagi mereka jalan, nan belum al-muhshaan (belum nikah) dikenakan seratus dera & diasingkan setahun. ” (HR. Muslim). Nah, dengan begitu, nggak dech mendekati zina apalagi melakukannya!
Kita juga disuruh untuk menundukan pandangan Karena pandangan bisa mengawali terjadinya zina “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya”. (QS. An-Nur [24]: 30-31). Selain itu, dalam Islam juga diatur bagaimana interaksi antara laki-laki dan wanita termasuk adanya penjagaan terhadap keduannya melalui syari’at penutupan aurat. Jika semua perintah Allah diterapkan, maka sudah jelas akan meminimalisir penularan penyakit HIV/AIDS. Karena hukum Islam itu membawa kemaslahatan.
Oleh karenanya sobat Aer, yuk lebih baik kita gunakan waktu yang ada untuk mengkaji Islam supaya kita tahu gimana sih seharusnya seorang pemuda muslim menjalani hidupnya, Dalam pergaulannya semestinya gimana? Patuhi rambu-rambu agama! Jangan jadi ‘pembebek’ dengan terjerumus pada pergaulan bebas atau bahkan sampai ke hal-hal yang bernuansa sek bebas. Karena sebagaimana kita ketahui ini dia yang bisa menjadi ‘sarang’ menularnya penyakit HIV/AIDS. Dari sini pula, karena free life style semakin menjamur saat ini, disadari sangat penting untuk membentengi diri dengan pemahaman tsaqofah Islam yang benar. Agar sebagai generasi muda muslim tahu bagaimana mengontrol setiap aktivitasnya. Siiiiip dech…! Wallahu’alam bishshawab
~EDISI 12/DESEMBER 2012~
8:58 PM
Posted by
Unknown

Mengamati gelagat pemuda-pemudi muslim dewasa ini begitu miris. Ambil contoh mereka yang terjangkit penyakit HIV/AIDS. Ironisnya nich Guys, salah satu penyumbang bertambahnya kasus tersebut dari kalangan PEMUDA!!. MasyaAllah.. g’ salah, kalau ada yang tanya “Generasi macam apa kita ini?”. Belum lagi kasus tawuran yang jadi ‘langganan’ para remaja, seperti kasus tawuran antara SMA 6 Bulungan dengan SMA 70 Jakarta Selatan yang sempat heboh bulan September lalu. Atau fakta2 lain, seperti free sex di kalangan remaja, sok keren sok beken dengan rokok dan NABZA, buat yang cowok, tampil semlohai dengan aurat ke mana mana, buat yang cewek. Astaghfirullah.. “inikah generasi muslim sejati?”
Sobat muda muslim, inilah kondisi ketika keimanan dalam diri para pemuda ndak dibangun dan senantiasa dikuatkan. Efeknya, ketika berbuat dan menjalani hidup tidak lagi terkontrol oleh aturan benar-salah menurut Islam. Saudaraku, disadari bahwa keberadaan iman dalam diri kita begitu penting. Namun, karena kondisi iman tersebut sangat fluktuatif, bisa naik turun. Maka menjaganya agar tren-nya naik jd hal penting yang butuh diupayakan. Bersyukur ketika imannya naik, sehingga amal perbuatan kita senantiasa terkontrol untuk disesuaikan dengan aturan-aturan Allah. Namun, apa jadinya ketika iman kita dalam kondisi down. Kita berbuat sesuatu seperti tidak ada Allah yang maha melihat. Kita tidak sadar kalau setelah kehidupan di dunia ini ada hari pembalasan, yang di sana siapapun tidak bisa berbohong lagi, tidak bisa melobi atau tawar menawar mau masuk syurga atau neraka. Kesempatan kita sudah tertutup rapat!! Allah Swt. berfirman “Kami telah menjadikan untuk isi neraka jaham, kebanyakan daripada manusia dan jin. Mereka mempunyai hati, namun tidak digunakan untuk berpikir. Mereka mempunyai mata, namun tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, namun tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti seperti hewan, bahkan lebih hina lagi” ( QS. Al-A’raf: 179 ).
Itulah balasan bagi kita yang tidak menyadari hubungan kita dengan Allah. Dia menghinakan siapapun yang tidak menggunakan kesadarannya untuk beriman kepada-Nya, bahkan lebih hina dari binatang (ternak). Lantas, sekarang apa yang bisa kita lakukan? Sebagai seorang pemuda yang mengaku hamba Allah, wajib kita pahami hakikat penciptaan kita di dunia. Allah Swt. berfirman “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah ( beribadah ) kepada-Ku” ( QS. Adz-dzariyaat: 56 ).
So, jelas kan, kalau penciptaan kita di dunia ini adalah tuk beribadah kepada Allah Swt. Makanya mulai sekarang tancapkan dalam benak kita kesdaran hubungan dengan Allah (Idrak shillah billah). Dengan kesadaran ini, kita akan menjadi manusia yang luhur, yang senantiasa menjalankan kehidupan sesuai hakikat penciptaannya, yakni beribadah kepada-Nya. Bukan sebaliknya, ingkar terhadap Allah dan membuat kerusakan di bumi, dengan “kenakalan-kenakalan” yang kita lakukan, apapun istilahnya. Yang jelas itu semua indikasi atau tanda kalau kita jauh dari Allah dan aturan-aturanNya. Keterikatan diri kita dengan Allah tidak akan pernah ada, kecuali apabila kita benar-benar beriman kepada Allah swt. Kalau kita benar-benar beriman maka kitapun akan berusaha mendekati Allah dengan amal2 yang Dia cintai. Bukan sebaliknya, menjauh dari Allah akibat maksiat yg kita perbuat. Sebelum terlambat, segera sadarkan diri untuk kembali pada Allah, kejar ketertinggalan kita dari waktu yg selama ini terbuang sia2 dr mengingati Allah dan menjalankan amal ketaatan kepada-Nya. Ya Allah, I Run to YOU……….
Nah, biar iman kita tetap pada trek yang benar, A’er punya sedikit TIPS nich: Sadari kembali hakikat penciptaan kita di dunia. Untuk apa? Yups beribadah kepada Allah Swt; Kondisikan diri kita selalu paham dengan kewajiban-kewajiban kita. Dengan apa? Rajin menuntut ilmu, tentunya ilmu Islam; Berkumpul dengan teman-teman yang bisa membawa kita pada kebaikan ( beramal shalih ) dan segera tingal mereka yang hanya mengajak pada kesesatan; and Keep istiqomah dalam beramal shalih. Semoga bermanfaat, dan kita dipertmukan Allah di syurgaNya kelak, atas keimanan kita. amiin... Wallahu'alam bishshawab.
~EDISI 12/DESEMBER 2012~
8:52 PM
Posted by
Unknown

Tatkala air hujan falling down dari langit dan membasahi bumi yang telah lama mengering, kedatangannya tentu akan sangat menggembirakan. Ya nggak? However, apa jadinya ketika ‘hujan’ itu adalah butiran2 peluru? Oww, ampun dech! Faktanya inilah yang terjadi terhadap saudara kita di Palestina yang dihujani peluru dan serangan bom oleh roket2 Israel. Astaghfirullah, gimana tak menyayat hati sobat, tuk kesekian kalinya, kekejian Israel terhadap Palestina kembali membabi buta. Tahu tidak, baru-baru ini, akibat serangan berdarah yang terjadi 14-21 November 2012, 166 warga sipil Gaza meninggal. Sementara, 1235 lainnya luka-luka. (http://news.detik.com)
Sebenarnya, bukan untuk yang pertama X Israel menyerang Gaza. Sejak mengklaim dirinya sebagai negara, yakni tahun 1948 konflik Israel dan Palestina kerap terjadi. Tahun 1987 dikenal sebagai perang intifadha 1 yang berlanjut dengan perang intifadha 2 tahun 2000-2008, dimana rakyat Palestina berjuang melawan gempuran2 Israel, dan yang terbaru, serangan sepekan yang mematikan yang terjadi tahun ini. Sepanjang sejarah itu sobat, sampai tak terhitung berapa saudara kita yang tewas n luka2, infrastruktur yg hancur, dan masa depan yang diporak-porandakan. Lantas, dimanakah justice & rasa aman itu? Lebih2 dimanakah umat Islam yg jumlahnya milyaran?!
Nyatanya nich, it has been long… warga Palestina harus berhadapan dg tentara Israel sendirian. Gimana ndak berjuang sendirian, coz meski populasi muslim hampir menempati 1/4 penduduk dunia, namun mereka tersekat-sekat dalam nasionalisme. Jadinya, it’s your case, not mine. Itu urusanmu, bukan urusanku. Lho… kok? Well! meski sebagian dari kaum muslimin yang tergugah dirinya dengan adanya serangan Israel ke Palestina, yaitu dengan turut mengecam ke-biadab-an Israel, namun tetap aja belum membawa perubahan yang signifikan. Bantuan yang diberikan selama ini seperti obat-obatan, makanan, atau dukungan moril belum mampu menyembuhkan derita yg melanda. Bahkan, meski yang lagi new, Palestina ‘baru’ diakui statusnya sebagai negara oleh PBB, kita lihat sendiri gimana tingkah polah PBB selama ini, dengan double standart-nya, akankah kita menyerahkan tertegaknya keadilan di tangan mereka?

Sobat muslim, secara kuantitas, kita patut bangga kalo now, umat Islam jumlahnya banyak. Sayangnya, jumlah yang banyak belum jadi ukuran kekuatan kaum muslimin saat ini. Kita lihat, saat satu negeri muslim diserang, seperti serangan Israel beserta sekutunya terhadap Palestina, kaum muslimin hanya bisa mengecam or memberikan bantuan2 yang sarat kepentingan. Belum mampu jadi penyelamat thd mereka yg tertindas. Sangat beda ketika dulu Islam itu jaya. Contoh, Khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 M), ketika ada muslimah yang dilecehkan tentara Romawi, dia segera ngirimkan pasukan tuk nyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana demi membela kehormatan muslimah tadi. Keren khan? Sekarang?! O_o
Inikah kondisi kita sebagaimana yang diriwayatkan dari Thauban r.a, Rasulullah saw.bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab: “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).

Sobat Aer, ketika Gaza kembali berdarah, luka yang tertoreh di sana adalah luka kita juga, karena kita laksana satu tubuh. Nah kalo gitu, bukan alasan kan tuk ndak lakuin apa2. Yukk turut andil dlm mengupayakan tertegakkannya kembali aturan Islam & terwujudnya ukhuwah Islamiyah diantara kita, so musuh2 Islam akan gentar ketika berhadapan dengan kekuatan Islam dan kaum muslimin yang memegang teguh agamanya. Jangan biarkan sekat2 nasionalisme menjadikan kita nggak peduli dg apa yang terjadi pada saudara kita, yang sejatinya adalah apa yang terjadi pada diri kita sendiri sebagai bagian dari kaum muslimin.
“Dan berpeganglah pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai, dan ingatlah ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 102-103). Wallahu’alam bishawab.
~EDISI 12/DESEMBER 2012~
8:30 PM
Posted by
Unknown
Sobat A-eR, apa aja yg berhasil terbidik oleh “Teropong Remas” A-eR kali ini? Biar penasarannya gk membukit, Langsung aja dech Chek it dot guys.
RIHLAH SAJADAH

(Temukan bedanya-waktu baca SAJADAH sambil dipenggal :))
Pagi itu ditemani sang Mentari (bukan nama kartu ya ckckc..) tanggal 15 November 2012 (pas bertepatan 1 Muharam 1434 H) diadakan Rihlah SAJADAH, sobat. Acara ini merupakan agenda ketiga dari Paket kegiatan Gebyar Dzulhijjah 1433 H. Nah, Tempatnya gak jauh-jauh kok. Masih sekitar Jember, tapi viewnya Ok punya. Coba tebak? Hehe.. dari tadi A-eR nyuruh nebak mulu. Ya udh biar A-eR jawab sendiri dech. Di Pantai Tanjung Malikan (Papuma), Ambulu, Jember. Nah, ceritanya nich Refreshing yg ber-intelektual. Ngapa gitu? Ya dong, di sini gak sekedar Refreshing ato konkow doang. Tapi sambil nikmatin Ciptaan Allah dg bertadabur alam, klo bahasa pujanggax mengahayati ayat-ayat kauniyah cie..hehe... plus yang paling terpenting dapet Ilmu Islam.
Diawali dengan Tausyiah oleh ustadz Falih S.Kes yang menyampaikan tentang apa sich Ma’rifatullah yang sebenarnya kepada kurang lebih 60 peserta dari siswa SMK Al-Furqon, UNEJ, POLIJE, IKIP PGRI JEMBER, dsb. Tidak stop di situ aja, selesai tausiyah dilanjutkan ronde Cerdas Cermat. Hehe.. d sini teman2 benar2 dkuras pengetahuannya ttg islam untuk mendpatkan Trophy juara. Baik antar Ikhwan atopun akwat gk kalah seru Lho.
Acara ini juga dkemas Oke dengan Outbond lho. Yaitu mencari koin di dalam pasir berlumpur dengan syarat mata tertutup dan sepanjang perjalanan tersebut tak boleh menabrak Ranjau. Kita bisa bilang “WOW” dech untuk mereka. Setelah dapat koin mereka dtantang u/ membuat teknologi yang berbahan Recycle, yaitu botol aqua bekas. Ada yang membuat mobil, perahu dan Sandal. Dan hasilnya unik2 ckckc...
Nah, Setelah otak n fisik dikuras lanjut k acara makan siang bersama ditemani deburan ombak. Wah, subhanallah dech. Di akhir acara ada Studi Banding antara Premas Nurul Muttaqin dan Nurul Haq. O y, tak lupa pemberian Tropy juara bagi pemenang lomba cerdas cermat dan Outbond. Wah, pokokny bener2 Seru dech acara kali ini.
PREMAS PUNYA…
Buat Sobat semua, jangan lupa tetap Gabung bersama kita dalam majelis Ilmu dan acara seru lainnya di Masjid Nurul Muttaqin. Sebagai gambaran, belum lama ini, tepatnya Ahad, 25 November di Masjid Nurul Muttaqin diadakan training Corel Draw dengan pemateri ustadz Anang. Salah satu product-nya adalah gimana bisa mendesain buletin Aer yang imoet ini. Acara ini akan berlanjut lho… Kalo sobat semua pengen punya kemampuan di desain mendesain, gabung aja di acara minggu ke-4 tiap bulan.. Ada lagi, diminggu-minggu lainnya setiap jm 4 sore ada acara KUIS (Kajian Umum Islam) yang bahasannya tentang macem2 seputar Islam, Fiqih, Tafsir, Diskusi keislaman topic2 yg lagi up to date, n kalau hari Jum’at sorenya ada kajian muslimah n kreativitas muslimah. Buruan ikut acaranya dan kejar pahalanya…! ^^
~EDISI 12/DESEMBER 2012~
8:14 PM
Posted by
Unknown
Assalamu’alaikum wr. wb.
Aer membuat aku jadi lebih banyak mengetahui suatu hal yang sebelumnya aku tidak tahu. Bahasanya mudah ditelaah oleh semua kalangan.
Emm, kapan-kapan bahas tentang wanita berjilbab dong (lebih rinci)
Wassalamu’alauku wr. wb.
From: Nur Ika Dian Amalia
(Kelas XII SMA Negeri Plus Sukowono)
Wa’alaikum salam wr. wb.
Jazakillah ukhti Nur. Alhamdulillah kita juga ikut seneng kehadiran Aer mampu menjadi mediator dalam mendapatkan kebenaran dari Allah. Insya’Allah di rublik dialog tokoh akan dikupas tentang fiqih, termasuk fiqih wanita yang berkaitan dengan penutupan aurat. Tunggu aja ya? ^_
8:06 PM
Posted by
Unknown

Assalamu’alaikum sobat Aer semuanya….
Alhamdulillah, atas segenap kemampuan yang diberikan Allah sehingga Aer bisa hadir di tengah-tengah kita kembali.
Sobat Aer, perhatian nggak kalo dalam hidup kita ada problem2 yang senantiasa berulang BUT tak kunjung menemukan solusinya yang tepat, this is about HIV/AIDS! Nah, yuk buka pikiran kita lewat Fikul Islam kali ini yang menyuguhkan kupasan tentang gimana semestinya penanggulangan HIV/AIDS dari Islamic point of view. Penasaran..? bacalah…!
Bagi kita para remaja nich sobat, biar nggak sering galau, come on temukan di Oase iman kali ini apa yang bisa menentramkan hati n pikiran kita, yakni dg membangun kesadaran hubungan kita dg Allah. Biar tambah mantep lagi, sosok Salman al Farisi dalam Qishah bisa jadi inspirator untuk tetap gigih dalam menemukan apa yang selayaknya didapatkan, kebenaran dari Allah!
Sobat muslim semua, it’s so sad jika kita ingat apa yang terjadi belakangan ini, serangan Israel ke Palestina kembali terulang dan ini yang akan menjadi sajian di Dunia Islam edisi Desember ini. Lewat apa yang disajikan, bangkitkan pikiran, jiwa dan raga kita, apa yang bisa kita lakukan…?
Sebagai penutup ada yang seru di teropong remas kali ini, acara rihlah sajadah di Papuma, tentunya sangat asyik, selain menikmati keindahannya juga mengingatkan kita akan Kemahabesaran Allah yang telah menciptakan semuannya.
Semoga tiap kata yang tertoreh pada Aer edisi ini mampu membuka pikiran kita untuk menerima kebenaran dari Allah dan melakukan gebrakan amal-amal yang dicintai oleh-Nya. Amiin… Tetap semangat saudaraku, kejar kesuksesan kita di dunia n akhirat! Fastabiqul khairat!!!
Wassalamu’alaikum wr. wb.
8:01 PM
Posted by
Unknown